Bismillaahirrahmaanirrahiim
Ternyata cinta itu hanya sebatas sebagai motivasi bagi kita untuk terus melangkah maju ke depan dan terus berjalan menyusuri kehidupan yang penuh duri ini. Cinta tidak hanya nafsu tapi cinta adalah semangat kita untuk tetap berjuang dalam hidup ini, yaitu mengejar cita-cita kita sampai kita bisa mencapai itu, jika tidak bisa mencapai cita-cita maka yang perlu dipertanyakan adalah kesungguhan kita.
Jujur saja seperti saya, ingin jadi seorang penulis, tapi buktinya belum ada, sangat kurang membaca dan sangat kurang rajin menulis. Iya itu hanyalah sebuah argumen saya. Cinta dalam naungan ridlo Ilahi, apa itu? Mungkin yang dimaksud adalah cinta kita pada Allah dan manusia dalam hal berjuang, menghormati, tidak berbohong, dapat bertanggung jawab dalam sebuah amanah, mempertahankan sesuatu yang baik, dan meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah :)
Cinta penuh pertanyaan, cinta itu adakalanya sedih, bahagia, dan lain-lain. Mungkin dengan kita mencintai orang-orang miskin dan anak-anak yatim, kita akan lebih mengerti apa itu makna cinta yang sesungguhnya.
Iya, tersesat dalam cinta itu hanya sesaat, setelah kita sadar bahwa cinta itu hanyalah milik Allah, karena Allah memang Maha Cinta, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Cinta yang pertama adalah cinta kita pada Allah dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seperti apa larangan itu, seperti larangan untuk tidak mendekati zina, mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi berbuat zina, na'udzubillaah. Yang kedua, cinta kita pada Rasulullaah dengan cara kita menegakkan sunnah-sunnah Rasululullaah, seperti puasa sunnah Senin & Kamis, sholat Dhuha, sholat Tahajjud, bersedekah, dan menyayangi yang lebih muda, serta menghormati yang lebih tua. Yang ketiga, cinta kita pada orang tua kita dengan cara membuat mereka tersenyum dan bangga pada kita, yaitu terus menerus bersungguh-sungguh dalam belajar agar bisa menjadi anak yang berprestasi. Meskipun saya sendiri terkadang malas dalam belajar karena terlalu banyak godaan, seperti facebookan dan hal-hal lain yang kurang penting. Iya, manusia memang selalu tergoda dengan fatamorgana dunia. Yang ketiga mencintai saudara-saudara kita dengan cara mempererat tali silaturrahiim kepada mereka, misalkan berkunjung ke rumah saudara-saudara kita / teman-teman kita.
Sedikit opini ini saja yang bisa saya sharekan di blog yang tidak terlalu bagus ini, karena tugas kuliah yang masih saja ada, semoga diberi kemudahan dalam mengerjakan tugas UTS maupun tugas kuliah, aamiin
Robbii zidnii 'ilma warzuqnii fahmaa
"Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan rezekikanlah pemahaman"
Mohon maaf bila ada salah kata, kesalahan datangnya dari saya, kebenaran datangnya dari Allah SWT :) ^_^
Semangat terus dalam menulis :)
Don't be lazy, man jadda wajada
Ternyata cinta itu hanya sebatas sebagai motivasi bagi kita untuk terus melangkah maju ke depan dan terus berjalan menyusuri kehidupan yang penuh duri ini. Cinta tidak hanya nafsu tapi cinta adalah semangat kita untuk tetap berjuang dalam hidup ini, yaitu mengejar cita-cita kita sampai kita bisa mencapai itu, jika tidak bisa mencapai cita-cita maka yang perlu dipertanyakan adalah kesungguhan kita.
Jujur saja seperti saya, ingin jadi seorang penulis, tapi buktinya belum ada, sangat kurang membaca dan sangat kurang rajin menulis. Iya itu hanyalah sebuah argumen saya. Cinta dalam naungan ridlo Ilahi, apa itu? Mungkin yang dimaksud adalah cinta kita pada Allah dan manusia dalam hal berjuang, menghormati, tidak berbohong, dapat bertanggung jawab dalam sebuah amanah, mempertahankan sesuatu yang baik, dan meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah :)
Cinta penuh pertanyaan, cinta itu adakalanya sedih, bahagia, dan lain-lain. Mungkin dengan kita mencintai orang-orang miskin dan anak-anak yatim, kita akan lebih mengerti apa itu makna cinta yang sesungguhnya.
Iya, tersesat dalam cinta itu hanya sesaat, setelah kita sadar bahwa cinta itu hanyalah milik Allah, karena Allah memang Maha Cinta, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Cinta yang pertama adalah cinta kita pada Allah dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seperti apa larangan itu, seperti larangan untuk tidak mendekati zina, mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi berbuat zina, na'udzubillaah. Yang kedua, cinta kita pada Rasulullaah dengan cara kita menegakkan sunnah-sunnah Rasululullaah, seperti puasa sunnah Senin & Kamis, sholat Dhuha, sholat Tahajjud, bersedekah, dan menyayangi yang lebih muda, serta menghormati yang lebih tua. Yang ketiga, cinta kita pada orang tua kita dengan cara membuat mereka tersenyum dan bangga pada kita, yaitu terus menerus bersungguh-sungguh dalam belajar agar bisa menjadi anak yang berprestasi. Meskipun saya sendiri terkadang malas dalam belajar karena terlalu banyak godaan, seperti facebookan dan hal-hal lain yang kurang penting. Iya, manusia memang selalu tergoda dengan fatamorgana dunia. Yang ketiga mencintai saudara-saudara kita dengan cara mempererat tali silaturrahiim kepada mereka, misalkan berkunjung ke rumah saudara-saudara kita / teman-teman kita.
Sedikit opini ini saja yang bisa saya sharekan di blog yang tidak terlalu bagus ini, karena tugas kuliah yang masih saja ada, semoga diberi kemudahan dalam mengerjakan tugas UTS maupun tugas kuliah, aamiin
Robbii zidnii 'ilma warzuqnii fahmaa
"Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan rezekikanlah pemahaman"
Mohon maaf bila ada salah kata, kesalahan datangnya dari saya, kebenaran datangnya dari Allah SWT :) ^_^
Semangat terus dalam menulis :)
Don't be lazy, man jadda wajada



1 comments:
beh.... mbk ainun rek.. udh cinta2an.
Posting Komentar