Merajut cinta meski jauh
Kadang butuh sandaran bahu ketika air mata menetes
Ketika yang jauh emosinya tersulut
Cinta ketika berjauhan memang sungguh kurang dirasakan
Hanya Allahlah cinta abadi selamanya
Ada harapan ketika berada berjauhan
Harap agar bisa selalu bersama
Namun, takdir Allah inilah yang terbaik
Meski buah hati butuh kasih dan sayang dari sang Ayah
Kita tetap harus tenang bersama-Nya
In syaa Allah di setiap kesabaran kita akan berbalas indah pada waktunya
Menurutnya kita hidup serba enak di rumah orang tua
Tak ada sengsaranya sekalipun
Tapi, bukankah hidup ini perjalanan dan perjuangan
Yang pasti ada likunya
Terimalah aku dengan segala kekuranganku tanpa mengungkitnya
Pun terimalah segala kekurangan keluargaku
Karena bukan hanya kita saja yang bersatu
Tapi, dua keluarga memang sudah menjadi satu
Cintai dan berilah apa yang kamu mampu kepadaku dan keluargaku
Tanpa mengungkitnya, niscaya engkau akan bahagia
Maafkan segala khilaf keluargaku jika ada khilaf
Doakan selalu mereka dalam diammu
Harapanku, hidup bahagia bersamamu tanpa ada lagi percekcokan
Aku mencintaimu karena Allah
Aku sungguh mencintaimu jika kau berlaku lembut padaku
Aku pun selalu berusaha berlaku lembut padamu
Kau menertawakanku ketika kubilang
Berharap memiliki banyak anak
Padahal masalah kecil saja, katamu aku ga bisa menyelesaikan
Sungguh maafkan aku, aku butuh rangkulanmu
Ketika kau tak mengajakku berbicara waktu malam
Aku merasakan engkau yang berbeda ketika belum mempunyai buah hati
Aku ingin selalu mendengar atau pun aku yang kau dengarkan
Sehingga kita bisa semakin dekat, semakin hangat dalam balutan cinta-Nya
Cinta mengajarkanku banyak hal
Kecupan kening darimu saja membuatku sangat bahagia, tapi jarang kau lakukan
Kuingin sering menciummu tapi engkau mendekatiku ketika waktu kurang tepat
Harapanku, semoga aku bisa menjadi istri shalihah dan engkau bisa menjadi suami yang shalih
Gresik, 3 Juni 2019
#Day28
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah



0 comments:
Posting Komentar