Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kehidupan
kita saat ini adalah termasuk perjalanan kita mencari tujuan hidup kita, entah
itu mencari kesenangan, kesuksesan, maupun kekayaan. Itu semua adalah tujuan
dari hidup kita. Kita semua adalah pejuang, pejuang dalam meniti karir, pejuang
dalam mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan. Kita semua adalah para
petualang yang ingin mencari sesuatu yang baru untuk memunculkan ide-ide
kreatif, mencari kerabat dekat yang bisa memotivasi kita, dan tentunya mencari
sebuah tempat baru untuk perkembangan diri kita.
Dalam
hidup ini perjalanan membutuhkan yang namanya PERSIAPAN, tanpa adanya persiapan
kehidupan yang kita jalani tidak akan bisa berjalan dengan mulus, mudah, dan
sukses. Oleh karena itu sebagai pejuang dan petualang yang akan melangkah
keluar menuju tujuannya, kita harus melalui tahap-tahap persiapan dalam memulai
hidup kita sebagai orang dewasa. Tahap awal adalah tahap pembentukan, kita
sejak awal dibentuk dalam rahim ibu kita, kemudian tumbuh dan berkembang
menjadi tubuh yang sempurna yang pada akhirnya keluar dalam dunia fana yang
penuh liku ini. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Al Mu’minun ayat
12-14 yang artinya:
”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani
(yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) Kemudian air mani itu Kami
jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging,
dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk)
lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”
Setelah
itu kita menjadi balita yang selalu diberi gizi oleh orang tua kita agar kita
bisa belajar mengenal lingkungan kita. Dalam masa balita ini kita belajar
merangkak, berjalan, berbicara, makan, dan lain sebagainya. Kita dididik orang
tua kita agar kita nantinya bisa menjadi anak yang baik untuk lingkungan
sekitar. Bisa menjadi anak kebanggaan orang tua, bangsa dan Negara, serta agama
tercinta, yakni agama Islam.
Tahap
kedua adalah tahap pembelajaran, dalam hidup ini tentu kita melakukan
pembelajaran dahulu sebelum kita melakukan sesuatu. Pembelajaran itu dimulai
dari tingkat SD sampai SMA sampai sekarang kita berada di perguruan tinggi saat
ini pun kita terus dan terus belajar. Kita mendapatkan ilmu alam pada waktu
kita berada di jurusan IPA, kita mendapatkan ilmu sosial pada waktu kita berada
di jurusan IPS, dan juga kita mendapatkan ilmu agama pada waktu kita berada di
jurusan keagamaan.
Yang
demikian tersebut adalah sama dalam hidup kita karena yang terpenting dalam
hidup kita adalah mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya. Kita tentu tidak akan
pernah puas dengan ilmu dan kita akan selalu haus dengan ilmu. Allah juga
sangat cinta kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu. Dan
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Sebagaimana
dalam firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11 yang artinya:
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah
kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Tahap
ketiga adalah tahap persiapan, tahap ini sangatlah penting karena sebuah
perjalanan yang tak ada persiapan akan sia-sia begitu saja. Persiapan kita
dalam menuju tujuan kita haruslah banyak sebanyak apa yang kita impikan dalam
hidup ini. Coba saja kalau kita tidak mempersiapkan bekal kita untuk mencapai
tujuan kita, mungkin kita tidak akan menjadi orang sukses. Karena orang-orang
sukses adalah orang yang banyak melakukan persiapan sebelum datang kepada
tantangan yang akan melawan mereka di medan perang.
Yang terpenting dalam hidup ini adalah kita
terus mencoba apapun yang bisa kita lakukan agar kita tahu potensi yang ada
dalam diri kita. Kita tidak akan pernah berhasil jika kita tidak berani mencoba
tantangan baru yang menyelimuti diri kita. Hidup ini adalah proses, proses
dalam menggapai tujuan kita, yaitu menggapai ridlo Allah. Untuk melakukan
proses itu kita harus siap untuk berhadapan dengan orang-orang yang sudah akan
mencapai kesuksesan ataupun yang sudah sukses pun. Persiapan yang matang akan
menghasilkan pejuang-pejuang yang hebat dalam perjalanannya. Sedangkan
persiapan yang biasa-biasa saja akan menghasilkan pejuang yang biasa-biasa
saja, bahkan mereka mungkin di belakangan akan merasa putus asa dan menyesal
karena sejak awal kurang dalam melakukan persiapan.
Oleh karena itu kita harus percaya pada
kemampuan yang ada pada diri kita saat ini, kita harus terus mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan yang kita miliki.
Mumpung ada kesempatan dalam hidup ini, kita manfaatkan waktu-waktu yang sangat
berharga di masa muda ini. Karena masa muda adalah masa di mana kita bersenang-senang,
tidak hanya bersenang-senang saja tapi harus belajar dan bekerja. Di bangku
kuliah kita tidak hanya harus belajar, kita diberi kesempatan juga untuk
bekerja, entah pekerjaan apapun itu yang penting halal dan baik. Sebagaimana
dalam firman Allah dalam surat An Nahl ayat 114 yang artinya:
”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan
Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja
menyembah.”
Dalam surat an Nahl tersebut telah dijelaskan bahwa kita
diperintahkan untuk memakan makanan yang halal dan baik, begitupula dengan
pekerjaan, kita harus memperoleh pekejaan itu dengan cara yang halal dan baik.
Sejak di bangku kuliah kita sudah bekerja itu sangat baik untuk pembelajaran
dan pengalaman kita ke depannya.
“Siapkanlah
dan carilah pekerjaan SEJAK di bangku kuliah, bukan setelah lulus kuliah.” –
Githa Nafeeza.
Tidak cukup bagi kita untuk melewati masa kuliah dengan hanya
mengikuti pelajaran di bangku kuliah. Kita harus mencari sebanyak-banyaknya
pembelajaran di luar bangku kuliah, seperti mengikuti organisasi, unit kegiatan
mahasiswa di kampus, ataupun kegiatan-kegiatan luar kampus. Dibarengi juga
dengan mengembangkan kemampuan yang kita miliki agar kita bisa memanfaatkan
kemampuan kita untuk mencari pekerjaan. Yang terpenting hidup ini terus
berjalan dengan adanya semangat yang ada dalam diri kita dan selalu penuh
dengan kesiapan.



0 comments:
Posting Komentar