Kamis, 02 Februari 2012

Perjalanan dan Persiapan


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kehidupan kita saat ini adalah termasuk perjalanan kita mencari tujuan hidup kita, entah itu mencari kesenangan, kesuksesan, maupun kekayaan. Itu semua adalah tujuan dari hidup kita. Kita semua adalah pejuang, pejuang dalam meniti karir, pejuang dalam mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan. Kita semua adalah para petualang yang ingin mencari sesuatu yang baru untuk memunculkan ide-ide kreatif, mencari kerabat dekat yang bisa memotivasi kita, dan tentunya mencari sebuah tempat baru untuk perkembangan diri kita.
Dalam hidup ini perjalanan membutuhkan yang namanya PERSIAPAN, tanpa adanya persiapan kehidupan yang kita jalani tidak akan bisa berjalan dengan mulus, mudah, dan sukses. Oleh karena itu sebagai pejuang dan petualang yang akan melangkah keluar menuju tujuannya, kita harus melalui tahap-tahap persiapan dalam memulai hidup kita sebagai orang dewasa. Tahap awal adalah tahap pembentukan, kita sejak awal dibentuk dalam rahim ibu kita, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi tubuh yang sempurna yang pada akhirnya keluar dalam dunia fana yang penuh liku ini. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Al Mu’minun ayat 12-14 yang artinya:
”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”
Setelah itu kita menjadi balita yang selalu diberi gizi oleh orang tua kita agar kita bisa belajar mengenal lingkungan kita. Dalam masa balita ini kita belajar merangkak, berjalan, berbicara, makan, dan lain sebagainya. Kita dididik orang tua kita agar kita nantinya bisa menjadi anak yang baik untuk lingkungan sekitar. Bisa menjadi anak kebanggaan orang tua, bangsa dan Negara, serta agama tercinta, yakni agama Islam.
Tahap kedua adalah tahap pembelajaran, dalam hidup ini tentu kita melakukan pembelajaran dahulu sebelum kita melakukan sesuatu. Pembelajaran itu dimulai dari tingkat SD sampai SMA sampai sekarang kita berada di perguruan tinggi saat ini pun kita terus dan terus belajar. Kita mendapatkan ilmu alam pada waktu kita berada di jurusan IPA, kita mendapatkan ilmu sosial pada waktu kita berada di jurusan IPS, dan juga kita mendapatkan ilmu agama pada waktu kita berada di jurusan keagamaan.
Yang demikian tersebut adalah sama dalam hidup kita karena yang terpenting dalam hidup kita adalah mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya. Kita tentu tidak akan pernah puas dengan ilmu dan kita akan selalu haus dengan ilmu. Allah juga sangat cinta kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu. Dan Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11 yang artinya:
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Tahap ketiga adalah tahap persiapan, tahap ini sangatlah penting karena sebuah perjalanan yang tak ada persiapan akan sia-sia begitu saja. Persiapan kita dalam menuju tujuan kita haruslah banyak sebanyak apa yang kita impikan dalam hidup ini. Coba saja kalau kita tidak mempersiapkan bekal kita untuk mencapai tujuan kita, mungkin kita tidak akan menjadi orang sukses. Karena orang-orang sukses adalah orang yang banyak melakukan persiapan sebelum datang kepada tantangan yang akan melawan mereka di medan perang.
 Yang terpenting dalam hidup ini adalah kita terus mencoba apapun yang bisa kita lakukan agar kita tahu potensi yang ada dalam diri kita. Kita tidak akan pernah berhasil jika kita tidak berani mencoba tantangan baru yang menyelimuti diri kita. Hidup ini adalah proses, proses dalam menggapai tujuan kita, yaitu menggapai ridlo Allah. Untuk melakukan proses itu kita harus siap untuk berhadapan dengan orang-orang yang sudah akan mencapai kesuksesan ataupun yang sudah sukses pun. Persiapan yang matang akan menghasilkan pejuang-pejuang yang hebat dalam perjalanannya. Sedangkan persiapan yang biasa-biasa saja akan menghasilkan pejuang yang biasa-biasa saja, bahkan mereka mungkin di belakangan akan merasa putus asa dan menyesal karena sejak awal kurang dalam melakukan persiapan.
 Oleh karena itu kita harus percaya pada kemampuan yang ada pada diri kita saat ini, kita harus terus mengembangkan  minat, bakat, dan kemampuan yang kita miliki. Mumpung ada kesempatan dalam hidup ini, kita manfaatkan waktu-waktu yang sangat berharga di masa muda ini. Karena masa muda adalah masa di mana kita bersenang-senang, tidak hanya bersenang-senang saja tapi harus belajar dan bekerja. Di bangku kuliah kita tidak hanya harus belajar, kita diberi kesempatan juga untuk bekerja, entah pekerjaan apapun itu yang penting halal dan baik. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surat An Nahl ayat 114 yang artinya:
”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”
Dalam surat an Nahl tersebut telah dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk memakan makanan yang halal dan baik, begitupula dengan pekerjaan, kita harus memperoleh pekejaan itu dengan cara yang halal dan baik. Sejak di bangku kuliah kita sudah bekerja itu sangat baik untuk pembelajaran dan pengalaman kita ke depannya.
“Siapkanlah dan carilah pekerjaan SEJAK di bangku kuliah, bukan setelah lulus kuliah.” – Githa Nafeeza.
Tidak cukup bagi kita untuk melewati masa kuliah dengan hanya mengikuti pelajaran di bangku kuliah. Kita harus mencari sebanyak-banyaknya pembelajaran di luar bangku kuliah, seperti mengikuti organisasi, unit kegiatan mahasiswa di kampus, ataupun kegiatan-kegiatan luar kampus. Dibarengi juga dengan mengembangkan kemampuan yang kita miliki agar kita bisa memanfaatkan kemampuan kita untuk mencari pekerjaan. Yang terpenting hidup ini terus berjalan dengan adanya semangat yang ada dalam diri kita dan selalu penuh dengan kesiapan.

0 comments: