Bismillaahirrahmaanirrahiim
Sejuta kata ingin ku tulis di blog tercintaku ini dan aku ingin melukiskan berderet kalimat untuk guru yang telah mendidik dan membuat aku mengerti akan makna hidup ini. Aku telah merasakan buah manis dan pahitnya kehidupanku, di masa remaja aku merasakan sebuah kepahitan hidup yang sangat-sangat membuat hatiku gelisah, resah, dan tak tahu arah. Semuanya begitu pahit pada masa-masa itu, masa di mana aku putus asa dan menyerah dalam keringat untuk berjuang menghadapi detik-detik ujian akhir sekolah dan akan pergi dari lingkungan pondok pesantren tercinta untuk meneruskan sebuah perjuangan di negeri orang, di lingkungan luar yang begitu banyak godaan dan pengaruh yang bisa membuat hati goyah apabila tidak bisa menjaga keistiqomahan dalam melakukan kebenaran.
Seperti itulah awal ceritaku, lanjut cerita,, aku benar-benar tak mengenal sosok diriku yang sebenarnya, diriku yang tidak menyadari makna hidup dan pikiranku yang dikelilingi oleh negative thinking (pesimis). Sungguh catatan akhir sekolah yang menyedihkan, memalukan, membuat penyesalan pada akhirnya. Aku sangat-sangat malu kepada para guruku dan juga tentunya keluargaku dan masyarakat sekitarku. Aku hanyut dalam kelalaian yang berkepanjangan selama beberapa minggu itu.
Namun aku tersadar dalam kelalaian itu setelah aku terus bermuhasabah diri, mencoba memahami makna hidup ini meskipun sekarang pun belum benar-benar paham akan makna hidup. Tapi mencoba memahaminya setiap waktu akan memudahkan pikiran dalam menerima hal-hal baru. Kembali ke cerita, sesaat kemudian aku kembali bangkit tuk mewarnai kehidupan ini menjadi lebih bermakna dan penuh kejutan untuk orang-orang tercinta yang ada dalam hatiku. Meskipun kejutan itu belum bisa aku berikan, tapi aku akan berusaha untuk meraihnya.
Sebagai seorang perempuan tentunya aku ingin menjadi wanita sholihah dambaan surga, meraihnya pun harus dengan kerja keras agar keinginan itu bisa tercapai. Allah tempat ku mengadu di setiap duka, lara, dan nestapa. Aku hanyalah wanita yang tak seteguh Fatimah, yang tak secantik hati Aisyah. Aku hanya wanita yang kadang hidup dengan keluhan, yang tak bisa sabar dalam mengerjakan kebaikan. Padahal kebaikan itu akan kembali pada diriku sendiri. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepadaku.
Kembali ke cerita, ku ingin engkau tahu guruku, betapa besar salahku kepadamu, aku malu sebagai muridmu yang hanya menyusahkan dan membuatmu sedikit kecewa dengan sikapku. Aku tak pantas menjadi muridmu, aku menaruh wajah yang tersipu malu bagai bunga putri malu. Sampai saat ini pun aku masih malu jika bertemu denganmu. Aku sungguh merasa bersalah atas kejadian yang menimpa diriku waktu lalu, aku khilaf wahai guruku, aku khilaf ya Allah, sebagai hamba-Mu yang penuh noda dan dosa ini hamba ingin segera memohon ampunan kepada-Mu. Semoga Engkau mengampuni dosa-dosa hamba yang telah lalu ya Robb.
Guruku, kaulah murobbii yang tak kenal lelah dalam membimbing muridmu sekaligus anak asuhmu di lingkungan sekolah tercintaku. Aku hanya bisa bilang "Maafkan aku wahai guruku dan terima kasih kuucapkan karena berkat bimbingan dan kasih sayangmu kepadaku, telah menyadarkanku untuk terus berbuat kebajikan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia luar." Teruntuk guruku tercinta. Tiada kata yang bisa aku ungkapkan selain kata "Maaf" tuk guru tercintaku.
Bagaimana komentar kawan-kawanku sekalian yang ada di blog ini ya kira-kira? Aku tunggu komentar-komentar unik dari kawan penaku semua. :) ^^



4 comments:
murid yang baik ...
kunjungan pertama
salam kenal dan follow balik juga
Revolusi Galau
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..
Salam kenal juga,, iya sudah saya follow blognya..
kebiasaan kaum hawa: meminta maaf tapi tak menyebutkan apa kesalahannya...
Yaa, aib kan tidak perlu dipublikasikan.. Biarlah Allah dan aku yang tahu kesalahan yang pernah aku lakukan dulu.. Semoga kesalahan itu tidak terulang kembali dan tidak akan pernah terjadi lagi.. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafanku.. Aamiin allaahumma aamiin..
Posting Komentar