Sabtu, 11 Mei 2019

Anak Perempuan Satu-satunya

Aku anak perempuan satu-satunya di keluarga ini
Jejakku ke mana pun membuat ibu rindu akan kehadiran diri ini
Tapi apalah daya, sekarang aku sudah menjadi istri dari suamiku
Bukankah taat kepada suami lebih utama dan membuat Allah rida


Sebenarnya ingin bersama ibu lagi di sini ketika aku bersama suami, anak, dan ibu mertua
Namun, aku harus ikhlas, ibu pun juga harus ikhlas
Namanya seorang anak perempuan jika sudah menikah
Maka, wajib baginya untuk taat pada suaminya

Ibu, aku tahu, aku adalah anak perempuanmu satu-satunya
Namun, bukankah engkau bahagia jika anakmu ini bahagia bersama suami dan anak-anaknya
Ibu, semoga kebaikan selalu menyertaimu
Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepadamu

Doaku selalu kulantunkan untukmu ketika aku jauh darimu
Aku tak akan pernah lupa akan semua kebaikan yang telah engkau beri sewaktu aku kecil hingga dewasa dan menikah
Sekarang ibu sudah bahagia kan ketika aku di sini bisa membersamaimu
Ramadan tahun ini juga bersamamu

Ibu, tetaplah bahagia ketika aku tak membersamaimu nanti
Ada anak-anak shalihmu yang pasti harus menemanimu di masa tua
Entah siapa yang akan membersamaimu
Engkau harus selalu sabar terhadap anak lelakimu dan istrinya

Tetaplah melakukan kebaikan hanya karena Allah
Agar hidupmu selalu tenang, tentram, dan damai
Ibu, aku selalu menyayangimu
Begitupula, aku selalu menyayangi Bapak

Tanpa Bapak, aku tak akan bisa hidup sampai sebesar ini
Beliau telah mengajarkan banyak kebaikan padaku
Teruslah meminta bapak untuk membimbingmu Bu
Bapak adalah teladan terbaik di keluarga ini

Beliau tak pernah lelah dalam bekerja
Meski kaki sudah ada sedikit luka
Yang membuat tak bisa berjalan dengan lancar
Namun, bapak tetap gigih ingin bekerja sebagai pedagang kaki lima

Demi menafkahi Ibu dan adik yang masih menjadi tanggungannya
Semangatnya sungguh luar biasa
Tapi, Bapak sudah semakin tua juga
Bapak rela berjauhan dengan Ibu agar Ibu tidak hidup di hiruk pikuk keramaian kota rantau

Maa syaa Allah, luar biasa seorang kepala keluarga seperti Bapak
Aku anak perempuan satu-satunya hanya bisa berdoa untuk Bapak
Cinta pertamaku adalah Bapak di rumah ini
Bukan lelaki di luar sana yang tak kenal

Cinta ini sekarang kubagi juga untuk lelaki yang telah siap bertanggung jawab untukku
Suami tercinta, Ayah dari anak-anakku dan cucu-cucumu
Tapi aku tetaplah anak perempuanmu
Yang kadang masih ingin dipeluk olehmu Pak

Maafkan aku Bu, Pak, jika banyak khilaf selama menjadi anakmu
Kini anakmu telah menjadi seorang istri dan ibu
Yang terus belajar sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan rumah tangga
Tak mudah memang, tapi inilah hidup yang sebenarnya untuk bekal akhirat nanti

Doakan aku Bu, Pak, agar senantiasa bisa menjadi istri shalihah dambaan syurga
Sehingga bidadari-bidadari pun cemburu terhadapku
Suamiku pun pangling padaku nanti
Ketika berada di syurga Allah yang nikmatnya sungguh luar biasa, in syaa Allah biridallah

Sesungguhnya aku pun ingin menghadiahkan mahkota untuk Ibu dan Bapak di syurga nanti
Namun, aku belumlah menjadi penghafal Alquran
Hanya bisa mendoakan
Agar Bapak dan Ibu serta saudara-saudaraku bisa berkumpul di syurga-Nya nanti

Meraihnya pun harus penuh pengorbanan dan perjuangan
Karena syurga itu memang mahal bak permata
Bagi orang yang beriman
Harus sabar juga untuk meniti jalan menuju syurga

Ditulis oleh hamba yang masih berlumur dosa
Hamba yang masih haus ilmu
Dan selalu bercita-cita menjadi wanita shalihah
Semoga Ramadan ini bisa menjadi jalan untuk penghapusan dosa-dosa yang telah lalu

Ainun Jariyah

Gresik, 11 Mei 2019

#Day6
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: