Sabtu, 18 Mei 2019

Hijrah Memang Tak Mudah

Apa sih hijrah itu? Hijrah ialah berpindah kepada hal yang lebih baik. Memang tak mudah, banyak orang yang sedang hijrah saat ini. Namun, mereka ada yang mampu istiqomah, ada yang masih berusaha istiqomah. Hijrah dari kredit rumah, motor, mobil, dan barang-barang lain contohnya. Karena telah mengetahui bahwa kredit sama dengan riba. Allah tidak menyukai riba dan Allah menghalalkan jual beli.

Memang mayoritas orang melakukan kegiatan kredit/riba. Sudah tak menjadi masalah bagi mereka. Karena sudah umum terjadi, tetapi dampak buruknya telah dialami juga oleh si pelaku riba. Sudah banyak contoh dari mantan pelaku riba. Mereka pada akhirnya menyesal dan hijrah pada sesuatu yang memang lebih nyaman dan berkah untuk dijalani. Sebagian yang lain masih menikmati melakukan riba entah karena terpaksa atau memang belum tahu ilmu tentang riba.

Contohnya, keluarga suamiku sendiri. Dulu, ketika menjalani hidup dengan hutang di bank. Mesti ada sesuatu yang tak nyaman dalam rumah tangga. Ibu dan almarhum bapak mertuaku yang memang awam tentang riba. Ada saja permasalahan dalam kehidupan mereka. Tak perlu diceritakan di sini permasalahannya.

Itu nyata cerita dari suami, aku pun meyakini bahwa dampak dari riba itu sangatlah besar. Contoh lagi, ketika suami membeli rumah subsidi dari pemerintah. Pada saat sebelum menikah suami tertarik membeli rumah karena ajakan dari teman juga. Memang bagus, perumahan itu agak dekat dengan rumah orang tuaku. Awalnya untuk kado buat aku sebagai istrinya. Namun, aku tak menyukainya karena memang sedikit paham tentang dosa riba.

Setelah menikah, aku selalu memahamkan suami agar tak jadi membeli rumah itu. Namun, suami tetap pada pilihannya, belum terketuk hatinya. Beberapa bulan setelahnya, dalam rumah tanggaku ada saja permasalahan. Alhamdulillah bisa teratasi dengan cepat atas kehendak Allah dan kesabaran suami. Tapi itu bukan dampak dari riba saja sepertinya, juga karena kesalahanku sendiri. Masa-masa pahit telah terlewati dan alhamdulillah bulan ke sembilan pernikahan, yang dinanti akhirnya datang juga.

Sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ibu, ada calon janin di perutku, alhamdulillah. Bulan-bulan kami lalui bersama, menyicil rumah pun terus dijalani oleh suami. Hingga pada akhirnya takdir Allah berkata lain. Allah meridloi kita agar tak melanjutkan membeli rumah itu. Sekitar kurang lebih 20 bulan sudah menyicilnya dan akhirnya rumah pun dijual ke teman dan cicilannya dilanjutkan oleh temannya. Allah memilihkan suami berada di negeri orang sekarang, untuk melanjutkan studynya atas bantuan dari salah satu teman suami.

Nikmat dan keberuntungan bagi suami. Sekarang perjuangannya dalam menuntut ilmu selalu kudoakan agar membuahkan hasil yang baik. Meskipun harus menjalani Long Distance Marriage kami tetap saling menyemangati. Hijrah ini benar-benar suami lakukan demi kebaikan bersama. Alhamdulillah kami masih bisa tinggal di rumah orang tua maupun mertua ketika suami libur. Sebenarnya rumah mertuaku itu juga akan menjadi milik suami.

Telah dibagi warisan untuk kedua anak ibu mertua. Kakak iparku dan suamiku, alhamdulillah suami kebagian mendapatkan rumah yang ditempati ibu mertua. Namun, hijrah belum berakhir, suami masih harus tetap berjuang di sana, di negara mayoritas orang non muslim. Berusaha bertahan dan kuat di sana, hijrah memang tak mudah. Setelah hijrah dari rumah KPR, sekarang harus hijrah di negara orang. Aku pun hijrah ke rumah orang tua dan mertua bersama anak, bergantian.

Memang tak mudah, semuanya butuh perjuangan dan air mata. Tapi, inilah yang terbaik dari Allah. Aku dan suami bersama-sama harus hijrah, semakin taat pada Allah, apa semakin jauh dari-Nya? Nyatanya kami masih harus terus bersabar atas kehendak Allah ini. Tak ada yang bisa menghalangi, semuanya sudah suratan takdir dari-Nya. Selalu mendekat pada-Nya adalah solusi terbaik menjalani hijrah dalam hidup ini.

Belum tahu kehidupan setelah suami lulus dari studynya nanti. Memang sudah ada gambaran sedikit. Tapi, semuanya kita serahkan pada Allah. Semoga mertua, orang tua, ridlo atas kehendak Allah nanti. Di mana pun kami menapakkan kaki kami, in syaa Allah itu yang terbaik dari Allah. Hijrah memang tak mudah, tapi hijrah itu mengajarkan banyak hal dalam perjalanannya, maa syaa Allah, laahaula walaaquwwata illaa billaah.

Gresik, 19 Mei 2019

#Day13
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: