Alhamdulillah, aku masih bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun ini. Ramadhan bulan penuh berkah, memperbanyak amalan baik di bulan suci ini sungguh sangat berarti. Ramadhan bulan di mana di dalamnya diturunkan Alquran. Bulan yang sangat mulia. Bersyukur akan segala nikmat dari Allah yang diturunkan pada kita semua.
Berbicara tentang bulan Ramadhan. Tahun ini dan tahun sebelumnya aku dan suami tidak bisa menikmati Ramadhan bersama dalam satu rumah. Dikarenakan suami sedang menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa di luar negeri sana. Sedih iya, tapi alhamdulillah masih bersyukur ada ibu dan anak yang menemani, meskipun kurang sempurna. Apa pun yang kami alami, in syaa Allah akan membuahkan kebahagiaan nanti pada waktunya. Sesunggunya berkumpul bersama keluarga kecil ialah dambaan setiap orang.
Hal yang bisa kami lakukan ketika berjarak jauh ialah saling mendoakan dan menyemangati. Saling mengingatkan akan kasih sayang Allah yang tiada tara pada hamba-Nya. Ujian pun datang di hari pertama Ramadhan, anak kami diberi sakit oleh Allah. Badannya panas sejak kemarin, ditambah batuk dan pilek, subhanallah, sedih campur kasihan melihat anak sakit. Semoga Allah segera menyembuhkan. Ikhtiar pun sudah kulakukan.
Sebagaimana dalam Alquran surat Al-baqarah ayat 286 yang berbunyi
Allah SWT berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعْفُ عَنَّا ۗ وَاغْفِرْ لَنَا ۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
laa yukallifullohu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat, robbanaa laa tu`aakhiznaaa in nasiinaaa au akhtho`naa, robbanaa wa laa tahmil 'alainaaa ishrong kamaa hamaltahuu 'alallaziina ming qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Di sini dijelaskan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Benar sekali, tidak akan ada ujian jika hamba-Nya tak mampu melewatinya. Yakin saja, Allah sedang memeluk kita dalam ujian ini. Agar semakin dekat pada-Nya. Pun saat berjauhan dengan suami, mengurus anak sendiri dan kadang dibantu ibu. Semuanya harus disyukuri, masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia yang fana ini.
Ramadhan tahun ini semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semakin bertaqwa pada-Nya dan mampu mendidik anak dengan sebaik-baik pendidikan dan akhlaq. Karena tiada kebahagiaan selain bisa mendidik anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. Bisa menjadikan mereka anak yang shalih dan shalihah. Sekalipun ketika anak kadang membuat kita emosi dan stress menghadapi tingkahnya yang tidak kita suka. Mereka masih kecil, jadi belum mengerti, kita sebagai orang tua harus banyak belajar bersabar ketika menghadapi tingkah polanya.
Masa emas mereka di waktu kecil tak akan terulang kembali nanti di waktu sudah dewasa. Maka, berusaha menjadi orang tua yang baik untuk mereka adalah tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua. Memandangnya ketika tidur, kadang ada penyesalan atas kemarahan kita yang kadang muncul tiba-tiba. Mereka itu masih polos, lucu, dan menggemaskan, tak sepantasnya aku memarahinya. Ketika anak tidur mesti menciumnya karena memang sebagai ibu pasti sayang pada anak. Ramadhan pertamaku, ini masih pertama, sudah mendapatkan apakah di hari ini?
Semoga kita senantiasa melakukan kebaikan tanpa mengharap balasan dan pujian dari manusia. Niatkan selalu hanya karena Allah. Allah yang menilai, bukan manusia, baik buruknya hanya Allah yang tahu. Seburuk-buruknya kita di hadapan Allah, Allah masih saja sayang pada kita. Yaa Rabbana, ampunilah segala dosaku, dosa suami, anak, orang tua, mertua, para saudara dan saudariku. Engkau Maha Segala-galanya, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kepunyaan-Mulah apa yang ada di langit dan bumi ini.
Semoga bermanfaat, kebenaran hanya milik Allah, kesalahan milik saya pribadi.
Tepat tanggal ini 3 tahun pernikahanku dengan suami. Dua Ramadhan yang lalu masih bisa bersama suami. Dua Ramadhan selanjutnya kami lalui secara berjauhan. Dua Ramadhan tahun kemarin dan tahun ini bersama anak pertamaku. Semoga senantiasa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan senantiasa dikaruniai anak yang shalih dan shalihah. Aamiin Yaa Mujiibassaa.iliin.
Ayat Alquran bersumber dari * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Gresik, 6 Mei 2019
#Day1
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Berbicara tentang bulan Ramadhan. Tahun ini dan tahun sebelumnya aku dan suami tidak bisa menikmati Ramadhan bersama dalam satu rumah. Dikarenakan suami sedang menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa di luar negeri sana. Sedih iya, tapi alhamdulillah masih bersyukur ada ibu dan anak yang menemani, meskipun kurang sempurna. Apa pun yang kami alami, in syaa Allah akan membuahkan kebahagiaan nanti pada waktunya. Sesunggunya berkumpul bersama keluarga kecil ialah dambaan setiap orang.
Hal yang bisa kami lakukan ketika berjarak jauh ialah saling mendoakan dan menyemangati. Saling mengingatkan akan kasih sayang Allah yang tiada tara pada hamba-Nya. Ujian pun datang di hari pertama Ramadhan, anak kami diberi sakit oleh Allah. Badannya panas sejak kemarin, ditambah batuk dan pilek, subhanallah, sedih campur kasihan melihat anak sakit. Semoga Allah segera menyembuhkan. Ikhtiar pun sudah kulakukan.
Sebagaimana dalam Alquran surat Al-baqarah ayat 286 yang berbunyi
Allah SWT berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعْفُ عَنَّا ۗ وَاغْفِرْ لَنَا ۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
laa yukallifullohu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat, robbanaa laa tu`aakhiznaaa in nasiinaaa au akhtho`naa, robbanaa wa laa tahmil 'alainaaa ishrong kamaa hamaltahuu 'alallaziina ming qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Di sini dijelaskan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Benar sekali, tidak akan ada ujian jika hamba-Nya tak mampu melewatinya. Yakin saja, Allah sedang memeluk kita dalam ujian ini. Agar semakin dekat pada-Nya. Pun saat berjauhan dengan suami, mengurus anak sendiri dan kadang dibantu ibu. Semuanya harus disyukuri, masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia yang fana ini.
Ramadhan tahun ini semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semakin bertaqwa pada-Nya dan mampu mendidik anak dengan sebaik-baik pendidikan dan akhlaq. Karena tiada kebahagiaan selain bisa mendidik anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. Bisa menjadikan mereka anak yang shalih dan shalihah. Sekalipun ketika anak kadang membuat kita emosi dan stress menghadapi tingkahnya yang tidak kita suka. Mereka masih kecil, jadi belum mengerti, kita sebagai orang tua harus banyak belajar bersabar ketika menghadapi tingkah polanya.
Masa emas mereka di waktu kecil tak akan terulang kembali nanti di waktu sudah dewasa. Maka, berusaha menjadi orang tua yang baik untuk mereka adalah tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua. Memandangnya ketika tidur, kadang ada penyesalan atas kemarahan kita yang kadang muncul tiba-tiba. Mereka itu masih polos, lucu, dan menggemaskan, tak sepantasnya aku memarahinya. Ketika anak tidur mesti menciumnya karena memang sebagai ibu pasti sayang pada anak. Ramadhan pertamaku, ini masih pertama, sudah mendapatkan apakah di hari ini?
Semoga kita senantiasa melakukan kebaikan tanpa mengharap balasan dan pujian dari manusia. Niatkan selalu hanya karena Allah. Allah yang menilai, bukan manusia, baik buruknya hanya Allah yang tahu. Seburuk-buruknya kita di hadapan Allah, Allah masih saja sayang pada kita. Yaa Rabbana, ampunilah segala dosaku, dosa suami, anak, orang tua, mertua, para saudara dan saudariku. Engkau Maha Segala-galanya, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kepunyaan-Mulah apa yang ada di langit dan bumi ini.
Semoga bermanfaat, kebenaran hanya milik Allah, kesalahan milik saya pribadi.
Tepat tanggal ini 3 tahun pernikahanku dengan suami. Dua Ramadhan yang lalu masih bisa bersama suami. Dua Ramadhan selanjutnya kami lalui secara berjauhan. Dua Ramadhan tahun kemarin dan tahun ini bersama anak pertamaku. Semoga senantiasa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan senantiasa dikaruniai anak yang shalih dan shalihah. Aamiin Yaa Mujiibassaa.iliin.
Ayat Alquran bersumber dari * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Gresik, 6 Mei 2019
#Day1
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah



0 comments:
Posting Komentar