Wahai para suami
Engkau telah menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anakmu
Istrimu telah merelakan ikut ke mana pun engkau pergi
Juga mendidik dan merawat anak-anakmu
Meskipun sebagai istri dan ibu harus banyak belajar sabar dan ikhlash
Tapi, kami para istri butuh dekapan hangat darimu
Walau kadang jarak jauh memisahkan
Namun, para istri tetap butuh sapaan cinta darimu
Wahai para suami
Kami para istri, tahu akan letihnya engkau bekerja
Namun, doa-doa kami selalu terlantunkan untukmu
Meski terkadang kami para istri lebih mendahulukan anak daripada engkau
Kami tetap berusaha untuk menjadi istri terbaik
Istri shalihah, dambaan syurga
Engkau juga harus adil dalam membagi cinta antara istri dan anakmu
Meski kadang engkau juga lebih cinta anakmu
Wajar memang, orang tua mana yang tak begitu mencintai anak
Ketika baru lahir ke dunia
Sungguh merasakan karunia dari Allah
Dari setetes air mani, jadilah manusia sempurna, maa syaa Allah
Teruntuk para suami
Janganlah sekali-kali berpikir dalam benak untuk berpisah jika ada masalah
Karena masalah apa pun itu adalah bentuk pendewasaan untuk kalian
Juga karena Allah Tahu, kalian mampu dalam menghadapi dan menyelesaikannya
Jangan sekali-kali mengucap kata cerai
Karena istri dan anakmu adalah amanah dari Allah yang harus engkau jaga dan bimbing
Istrimu adalah tulang rusuk yang bengkok
Tak ada yang mampu meluruskan kecuali engkau wahai para suami
Maka, didiklah istrimu semampu dan sekuat tenagamu
Dia rela berpisah dari orang tuanya
Demi mentaatimu dan mendidik serta merawat anak-anakmu
Dialah yang pertama mau diajak bergandeng tangan
Saat engkau dalam keadaan susah maupun senang
Istrimu adalah ladang pahalamu
Bahagiakan dia dengan tutur katamu yang lembut
Juga kecupan sayang yang menentramkan hatinya
Gresik, 25 Mei 2019
#Day19
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Engkau telah menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anakmu
Istrimu telah merelakan ikut ke mana pun engkau pergi
Juga mendidik dan merawat anak-anakmu
Meskipun sebagai istri dan ibu harus banyak belajar sabar dan ikhlash
Tapi, kami para istri butuh dekapan hangat darimu
Walau kadang jarak jauh memisahkan
Namun, para istri tetap butuh sapaan cinta darimu
Wahai para suami
Kami para istri, tahu akan letihnya engkau bekerja
Namun, doa-doa kami selalu terlantunkan untukmu
Meski terkadang kami para istri lebih mendahulukan anak daripada engkau
Kami tetap berusaha untuk menjadi istri terbaik
Istri shalihah, dambaan syurga
Engkau juga harus adil dalam membagi cinta antara istri dan anakmu
Meski kadang engkau juga lebih cinta anakmu
Wajar memang, orang tua mana yang tak begitu mencintai anak
Ketika baru lahir ke dunia
Sungguh merasakan karunia dari Allah
Dari setetes air mani, jadilah manusia sempurna, maa syaa Allah
Teruntuk para suami
Janganlah sekali-kali berpikir dalam benak untuk berpisah jika ada masalah
Karena masalah apa pun itu adalah bentuk pendewasaan untuk kalian
Juga karena Allah Tahu, kalian mampu dalam menghadapi dan menyelesaikannya
Jangan sekali-kali mengucap kata cerai
Karena istri dan anakmu adalah amanah dari Allah yang harus engkau jaga dan bimbing
Istrimu adalah tulang rusuk yang bengkok
Tak ada yang mampu meluruskan kecuali engkau wahai para suami
Maka, didiklah istrimu semampu dan sekuat tenagamu
Dia rela berpisah dari orang tuanya
Demi mentaatimu dan mendidik serta merawat anak-anakmu
Dialah yang pertama mau diajak bergandeng tangan
Saat engkau dalam keadaan susah maupun senang
Istrimu adalah ladang pahalamu
Bahagiakan dia dengan tutur katamu yang lembut
Juga kecupan sayang yang menentramkan hatinya
Gresik, 25 Mei 2019
#Day19
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah



0 comments:
Posting Komentar