Kamis, 30 Mei 2019

Nastar, Kue Kering Favorit

Menjelang lebaran, asli ingin beli kue kering nastar. Tapi, melihat uang yang sepertinya sudah cukup untuk kebutuhan primer. Tak jadilah aku membeli, semoga nanti ketika bertamu tersedia kue kering nastar. Tahun lalu, aku membeli nastar 2 toples untuk dicemil waktu menyusui. Rasanya memang enak, padahal dulu ga kenal apa itu nastar. Tapi, aku tahu pertama kali dari temanku.

Pada saat itu aku menginap di rumahnya. Diajaklah aku membuat kue nastar. Memang rasanya standar. Tapi, membuatnya dengan penuh cinta. Jadi sudah terasa enak dan nikmat. Merindukan masa-masa membuat nastar bersama teman.

Nastar, menjadi jajanan favoritku sekarang. Di rumah, Ibu sudah membeli jajan mirip dengan nastar. Bentuknya love, isinya selai nanas. Aku sangat bersyukur, tak sabar menunggu lebaran tiba. Tapi, Ramadan akan segera pergi. Padahal amalan kebaikan diri ini belum banyak.

Ramadan, bulan di mana para pedagang menjual berbagai kue kering, jajan lebaran, minuman gelas, dan coklat. Sampai-sampai pasar pun penuh dengan pembeli. Di antaranya ada yang membeli baju untuk digunakan waktu shalat Idul Fitri. Ada yang membeli jajan lebaran dan kue kering. Bermacam-macam pembeli meramaikan pasar. Masjid pun ramai oleh jama'ah, semoga selanjutnya tetap ramai.

Nastar, kue favoritku, enak dan lumer rasanya. Ini masih puasa, tapi membahas masalah jajan. Maa syaa Allah, aneka jajanan lebaran akan muncul di lebaran nanti. Semoga hati-hati kita bersih seperti semula. Kembali suci di hari Idul Fitri nanti. Menyambut bulan kemenangan dengan bahagia in syaa Allah.

Gresik, 31 Mei 2019

#Day25
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: