Masjid ini dulunya tak sebagus ini. Tak setinggi bangunan yang sekarang. Masjid yang terus direnovasi demi tercapainya jama'ah yang selalu mencintai masjid. Memang kegiatannya belum penuh seperti masjid-masjid besar di kota. Tapi, takmirnya sudah berusaha untuk menghidupkan rumah Allah ini. Lampu menara pun begitu indah dipandang, maa syaa Allah.
Masjid, pusat ilmu, ilmu agama yang harus terus dijaga, dipelajari, dan disebarkan ke masyarakat luas. Meski para remaja belum maksimal mengadakan kegiatan positif di masjid. Mereka selalu berusaha menjadikan kampung ini tentram dan damai. Agar orang-orang berburu ke masjid waktu adzan dikumandangkan. Allah menyukai orang yang bersegera dalam melaksanakan perintah-Nya, termasuk shalat. Belum ada banyak para penghafal Alquran memang di sini.
Tapi setidaknya, masjid ini selalu dijadikan tempat menghafal oleh murid-murid sekolah Al Ibroh. Tidak sering, tapi mesti ada kunjungan dari mereka. Pengajarnya pun orang asli kampung ini. Pada saat Ramadan seperti sekarang, nanti akan diadakan buka puasa bersama ditambah pengajian sebelum berbuka. Para orang tua dan anak muda pun datang. Sungguh indah pemandangan, jika masjid selalu menjadi pusat ilmu, ibadah, dan dakwah.
Para ulama berbeda pendapat dalam hukum shalat berjamaah di tempat selain masjid, salah satu pendapat Ulama;
Imam Syafi’i –rahimahullah– berkata, “Setiap jamaah yang padanya shalat seseorang di rumahnya atau di masjid, kecil atau besar, sedikit atau banyak, maka ia sah. Dan masjid yang terbesar serta banyak jamaahnya lebih aku sukai.”
Ulama lain mengatakan bahwa "tidak boleh seorang pun meninggalkan jamaah di masjid kecuali kerena uzur, wallahu ‘alam bish-shawab.”
Masjid memang tempat ibadah yang nyaman, sejuk. Jika seorang laki-laki tak ada uzur apa pun memang lebih baik mengikuti shalat jamaah di masjid. Sedangkan bagi perempuan, sunnahnya shalat di rumahnya. Jika pun ingin pergi ke masjid, suami atau orang tuanya boleh mengizinkan. Asalkan tidak berlebih-lebihan dalam memakai mukenah, seperti memakai minyak wangi sehingga mengundang perhatian lawan jenis. Perempuan itu sangat dijaga oleh Allah, bak permata yang tersembunyi.
Masjid, pusatnya ilmu, pusatnya cahaya Alquran. Di sanalah Alquran tetap dijaga oleh Allah. Meski ujian demi ujian terus berdatangan. Memperingatkan manusia agar selalu taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah akan marah jika salah satu dari hamba-Nya melanggar perintah-Nya. Tetapi Dia juga Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat.
Mampirlah ke masjid saat perjalanan dan telah masuk waktu shalat. Karena di sanalah ketenangan selalu ada di hati. Hati yang selalu berdzikir dan terus mendekat pada Allah. Masjid, rumah Allah yang indah dan sejuk, selalu mendatangkan kedamaian. Semoga bisa mengunjungi masjid di Makkah dan Madinah suatu saat nanti. Impian setiap orang bisa mengunjungi baitullah di Makkah.
Gresik, 13 Mei 2019
#Day8
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
sedikit sumber dari




0 comments:
Posting Komentar