Alhamdulillah, sudah memasuki Ramadan hari ke lima. Setiap Ramadan pasti ada moment berbuka puasa yang tak dapat dilupakan. Ramadan tahun 2016, aku dan suami masih mengontrak rumah di Surabaya. Kita sama-sama bekerja karena memang belum hamil saat itu. Ketika itu aku menjadi relawan di sebuah lembaga amil zakat. Setiap pagi diantar suami ke kantor karena jarak kantorku dengan tempat kerja suami agak dekat.
Menjelang Maghrib tiba, kadang kita membeli lauk dan sayur matang jika memang sudah lelah bekerja dan tidak minat memasak. Tapi, sering masak sendiri juga di rumah agar suami semakin cinta. Meskipun masih belajar memasak. Masakanku kadang rasanya keasinan, pas, kurang garam. Tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk suami tercinta. Pernah juga teman-teman kantor mengadakan masak bersama di kontrakanku.
Maa syaa Allah nikmat sekali rasanya bisa berbuka bersama teman sekantor di rumah kontrakan ketika suami saat itu pulang ke rumah orang tuanya untuk menjenguk. Malamnya ternyata aku tidur sendirian. Sahabatku tak jadi menginap karena sudah terlalu malam untuk bisa datang ke kontrakanku. Ramadan pertama bersama suami terasa penuh nikmat. Apalagi saat berbuka, kita menikmati dan mensyukuri apa pun rezeki hari itu. Masa-masa sebulan lebih setelah menjadi pengantin baru.
Ramadan tahun 2017, saat aku sedang hamil anak pertamaku. Kulalui bersama suami di rumah kontrakan kedua kami. Maa syaa Allah, tambah nikmat rasanya ketika bisa berbuka menjelajahi masjid-masjid yang dekat dengan rumah kontrakan. Tapi tak setiap hari, ada saatnya masak sendiri setelah pulang kerja. Berdua menikmati hidangan berbuka, maa syaa Allah nikmat mana lagi yang kita dustakan? Akhir Ramadan aku diantar pulang ke rumah orang tua karena suami akan pergi ke halaman kampung orang tuanya untuk menjenguk nenek kami yang sedang sakit.
Setelah hari raya idul fitri, nenek pun meninggalkan kami, menghadap pada Sang Pencipta. Setiap Ramadan selalu ada cerita tersendiri. Entah itu membahagiakan atau menyedihkan. Semuanya sudah menjadi taqdir Allah yang wajib kita imani. Moment sahur dan berbuka pasti membekas dalam memori. Terutama saat menjelang berbuka, ramainya jalanan oleh pedagang kaki lima, maa syaa Allah.
Ramadan tahun 2018, ketika anakku berusia 6,5 bulan. Alhamdulillah bisa menikmati berbuka puasa lagi bersama orang tua di rumah. Karena sedang berjauhan dengan suami. Menu berbuka selalu menarik hati, apalagi ada saudara juga yang menemani. Anakku sudah mulai MPASI, jadi alhamdulillah bisa ikut puasa selama Ramadan. Bersyukur karena diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci.
Ramadan tahun ini, bersama lagi dengan ibu dan anak di rumah. Suami masih tetap berada di luar negeri sana. Kecuali kalau liburan pasti pulang untuk berkumpul lagi dengan istri dan anaknya, serta ibu mertuaku. Ramadan kali ini sudah berada di hari ke lima. Hidangan-hidangan berbuka pun selalu hadir tanpa diminta, nikmatnya maa syaa Allah. Semoga Allah senantiasa menyehatkan, menguatkan, dan memberi kelancaran ibadah pada Ramadan tahun ini.
Setiap apa yang membuat kita bahagia, pasti semua orang juga akan merasakan bahagia ketika melihat kita. Ketika berbuka puasa penuh nikmat. Tak akan ada rasa mengeluh sedikit pun, malah akan merindukan masa-masa berbuka puasa saat Ramadan tiba lagi. Indahnya bulan Ramadan. Bulan penuh keberkahan, bulan suci ummat Islam. Maa syaa Allah, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Aamiin
Ramadan Mubarak
Gresik, 10 Mei 2019
#Day5
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Menjelang Maghrib tiba, kadang kita membeli lauk dan sayur matang jika memang sudah lelah bekerja dan tidak minat memasak. Tapi, sering masak sendiri juga di rumah agar suami semakin cinta. Meskipun masih belajar memasak. Masakanku kadang rasanya keasinan, pas, kurang garam. Tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk suami tercinta. Pernah juga teman-teman kantor mengadakan masak bersama di kontrakanku.
Maa syaa Allah nikmat sekali rasanya bisa berbuka bersama teman sekantor di rumah kontrakan ketika suami saat itu pulang ke rumah orang tuanya untuk menjenguk. Malamnya ternyata aku tidur sendirian. Sahabatku tak jadi menginap karena sudah terlalu malam untuk bisa datang ke kontrakanku. Ramadan pertama bersama suami terasa penuh nikmat. Apalagi saat berbuka, kita menikmati dan mensyukuri apa pun rezeki hari itu. Masa-masa sebulan lebih setelah menjadi pengantin baru.
Ramadan tahun 2017, saat aku sedang hamil anak pertamaku. Kulalui bersama suami di rumah kontrakan kedua kami. Maa syaa Allah, tambah nikmat rasanya ketika bisa berbuka menjelajahi masjid-masjid yang dekat dengan rumah kontrakan. Tapi tak setiap hari, ada saatnya masak sendiri setelah pulang kerja. Berdua menikmati hidangan berbuka, maa syaa Allah nikmat mana lagi yang kita dustakan? Akhir Ramadan aku diantar pulang ke rumah orang tua karena suami akan pergi ke halaman kampung orang tuanya untuk menjenguk nenek kami yang sedang sakit.
Setelah hari raya idul fitri, nenek pun meninggalkan kami, menghadap pada Sang Pencipta. Setiap Ramadan selalu ada cerita tersendiri. Entah itu membahagiakan atau menyedihkan. Semuanya sudah menjadi taqdir Allah yang wajib kita imani. Moment sahur dan berbuka pasti membekas dalam memori. Terutama saat menjelang berbuka, ramainya jalanan oleh pedagang kaki lima, maa syaa Allah.
Ramadan tahun 2018, ketika anakku berusia 6,5 bulan. Alhamdulillah bisa menikmati berbuka puasa lagi bersama orang tua di rumah. Karena sedang berjauhan dengan suami. Menu berbuka selalu menarik hati, apalagi ada saudara juga yang menemani. Anakku sudah mulai MPASI, jadi alhamdulillah bisa ikut puasa selama Ramadan. Bersyukur karena diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci.
Ramadan tahun ini, bersama lagi dengan ibu dan anak di rumah. Suami masih tetap berada di luar negeri sana. Kecuali kalau liburan pasti pulang untuk berkumpul lagi dengan istri dan anaknya, serta ibu mertuaku. Ramadan kali ini sudah berada di hari ke lima. Hidangan-hidangan berbuka pun selalu hadir tanpa diminta, nikmatnya maa syaa Allah. Semoga Allah senantiasa menyehatkan, menguatkan, dan memberi kelancaran ibadah pada Ramadan tahun ini.
Setiap apa yang membuat kita bahagia, pasti semua orang juga akan merasakan bahagia ketika melihat kita. Ketika berbuka puasa penuh nikmat. Tak akan ada rasa mengeluh sedikit pun, malah akan merindukan masa-masa berbuka puasa saat Ramadan tiba lagi. Indahnya bulan Ramadan. Bulan penuh keberkahan, bulan suci ummat Islam. Maa syaa Allah, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Aamiin
Ramadan Mubarak
Gresik, 10 Mei 2019
#Day5
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah



0 comments:
Posting Komentar