Senin, 27 Mei 2019

Malam Ganjil Ramadan di Sepuluh Hari Terakhir


Malam ini tepat di malam 23 Ramadan, detik-detik Ramadan berjalan dengan cepatnya. Setelah ini Ramadan akan pergi, tinggal menghitung hari. Tak terasa bulan mulia akan segera meninggalkan kita. Mungkinkah tahun depan kita akan bertemu lagi dengan bulan penuh keberkahan ini? Bulan indah nan selalu diharapkan kedatangannya. Bulan istimewa bagi semua umat muslim.

Bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di sepuluh hari terakhir ini, terdapat malam-malam ganjil dan salah satu malamnya ialah malam Lailatul Qadar. Orang-orang berbondong-bondong dalam mencari malam itu. Mengisi malam sepuluh hari terakhir dengan i'tikaf di masjid bagi orang laki-laki. Bagi orang perempuan, mengisi malamnya dengan semakin memperbanyak tilawah dan doa, terutama di sepertiga malam terakhir menjelang waktu sahur.

Aku sebagai istri, Ibu, dan anak di sini masih selalu berusaha menjadikan malam sepuluh terakhir Ramadan ini menjadi malam yang penuh manfaat. Belum tentu tahun depan bertemu lagi dengan Ramadan. Siapa tahu ajal menjemput, sedangkan diri masih berlumur dosa. Berharap tahun depan masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadan. Sebagai istri dan Ibu, jarak jauh dengan suami dan Ayahnya putriku, berusaha untuk selalu menjaga hubungan, baik lewat chatting dan video call. Sebagai anak bersama Ibu di sini, selalu berusaha agar bisa membantu pekerjaan rumah tangga meskipun kadang belum sempurna.

Kembali pada malam Lailatul Qadar, malam kemuliaan yang terjadi hanya setahun sekali di salah satu malam ganjil Ramadan. Maka, perbanyak memohon ampunan, petunjuk, dan rahmat-Nya. Terus melakukan ibadah salat, membaca Alquran, dan dzikir. Ketika salat, saat sujud, lakukan selama mungkin. Ketika dalam posisi ini, tingkatkan doa kepada Allah. Rasulullah berkata, "seorang hamba yang paling dekat kepada Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud." (Sahih Muslim).

Meminta maaf kepada orang-orang yang telah kita sakiti hatinya. Sebelum hari kemenangan tiba tak ada salahnya jika kita meminta maaf pada orang-orang yang mungkin pernah mendapati perkataan maupun perbuatan kita yang tak mereka sukai. Pada bulan Ramadan, terutama sepuluh hari terakhir ini, harus selalu berusaha menjaga lisan. Karena puasa tak hanya menahan makan dan minum, juga harus bisa menahan lisan dan amarah. Di malam ganjil ini, memohonkan ampunan untuk keluarga, teman, dan muslim lainnya begitu berarti. Meski setiap hari pun bisa mendoakan dan memohonkan ampunan.

Malam Lailatul Qadar, malam yang begitu istimewa. Malam yang dinanti setiap orang. Munculnya membuat orang terkesima. Terangnya membuat orang takjub dan tersenyum. Maa syaa Allah sungguh indah ciptaan-Mu. Hanya pada satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, bisa jadi malam ini munculnya, tetaplah semangat dalam beribadah.

Gresik, 27 Mei 2019

#Day22
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: