Senin, 27 Mei 2019

Belum Menjadi Ibu Terbaik

Hari ini, anakku sarapan kurang lahap, mungkin karena sudah kenyang minum ASI. Sebagai Ibu aku belum bisa memberi jadwal yang tepat sesuai jadwal makan anak. Kebanyakan "ngawurnya", sejam setelah minum ASI, terkadang kuberi makan. Pantas saja makananya tak dihabiskan karena sudah kenyang. Padahal putriku sudah berusia 18 bulan lebih. Untuk makan pun kadang masih agak susah jika menunya kurang bervariasi.

Tapi, jika aku sudah memasak makanan lain agar dia tak bosan menu makanan yang sehari-hari. Kadang pun dia tak lahap makannya. Menurut sebagian Ibu, memang anak seusia anakku ketika senang-senangnya berjalan, makan memang agak susah. Padahal harapan semua Ibu, anak makan dengan lahapnya. Buah-buahan dan sayur-sayuran pun jarang disukai sekarang. Beda ketika awal MPASI 6 bulan sampai usia kurang lebih setahun. 

Berat badannya pun naiknya tak banyak, karena wajar anak semakin aktif. Apalagi ketika sakit, maka nafsu makan pun kadang tak ada. Sebagai Ibu, sudah berusaha melakukan yang terbaik agar anak mau makan. Tapi, memang harus banyak belajar dan belajar lagi. Kadang melihat berat badan anak lain lebih berat daripada anakku. Merasa bersalah pada diri sendiri karena belum bisa menjadi Ibu terbaik untuknya.

Maafkan Bunda ya Nak, jika selama ini belum bisa menjadi Ibu terbaik untukmu. Bunda sayang padamu, ingin selalu memberikan yang terbaik untukmu. Meskipun tanpa Ayah yang menemani, Bunda harus terus berjuang. Kamu dan Ayahmu adalah harta yang paling berharga. Jika Ayah pulang nanti, jangan pangling lagi ya padanya. Memang jarang bertemu di dunia nyata ketika Ayah sedang belajar di sana, tapi tiap hari kita sudah video call dengannya.

Semoga kelak kau bisa menjadi lebih baik dari Bunda ya Nak. Harapan Ayah dan Bunda ada padamu dan adik-adikmu nanti. Jadilah pejuang muslimah tangguh yang tak pantang menyerah sesuai dengan arti dari namamu. Maafkan Bunda belum bisa menjadi Ibu terbaik. In syaa Allah akan selalu berusaha mendidik dan merawatmu dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah memudahkan dan selalu memberi petunjuk dan rahmat-Nya kepada kami orang tuamu.

Gresik, 27 Mei 2019

#Day21
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: