Jumat, 31 Mei 2019

Petasan yang Tak Berfaedah

Akhir Ramadan ini, tetap saja anak-anak membeli petasan. Padahal petasan sangat tidak berfaedah. Barusan saja aku mendengar suara petasan. Membuat diri ini terkejut. Alhamdulillah tak sampai membangunkan anakku. Para penjual seharusnya hijrah dari menjual petasan.


Memang tak dipungkiri, sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Namun, sampai sekarang petasan masih dimainkan anak-anak sebelum lebaran tiba. Berharap para penjual tidak menjual petasan di Ramadan tahun depan. Ini untuk keamanan lingkungan dan kedamaian masyarakat sekitar. Petasan juga membuat orang terkejut ketika lagi nyantai. Anak-anak harus dipahamkan lebih dalam tentang bahaya petasan.

Tak ada contoh dari zaman Nabi dulu untuk menyalakan petasan sebelum lebaran tiba. Malah yang ada, ibadah harus diperbanyak. Terutama anak-anak, harus diajarkan apa saja yang harus dilakukan saat berada di sepuluh hari terakhir Ramadan. Orang tua harus bisa menjadi teladan terbaik. Setelah tarawih mengajak mereka tilawah. Sebelum sahur mengajak shalat tahajjud dan perbanyak doa.

Daripada menyalakan petasan, mengganggu ketenangan para tetangga. Pun juga bisa membahayakan bagi anak jika tak tepat meluncur ke udara. Petasan sungguh tak berfaedah untuk kalangan anak-anak. Benar saja mereka bermain dengannya ramai bersama teman-temannya. Namun, sungguh sayang, masjid setelah tarawih tak diramaikan anak-anak maupun remaja. Bagi para orang tua, bersemangatlah selalu mengajak anak pada kebaikan.

Petasan di Bulan Ramadan, memang indah dilihat. Namun, menimbulkan banyak bahaya. Semoga para penjual sadar akan tak bermanfaatnya petasan. Sehingga tidak menjual lagi dan menggantinya dengan menjual barang yang lebih bermanfaat. Kita para orang tua sudah berusaha menasehati anak-anak. Tinggal memilihkan teman shalih saja untuk masa depan anak.

Karena anak adalah harta yang berharga. Amanah terindah dari Allah yang harus kita jaga dan didik. Semoga mereka tak terpengaruh pada hal-hal yang tak bermanfaat. Sehingga waktunya penuh manfaat dan bisa mengantarkan mereka menuju keridloan Allah. Allahlah yang menggerakkan hati-hati mereka untuk menjadi pribadi shalih. Dambaan syurga kelak dan menggandeng kedua orang tua beserta keluarganya. Nikmat sekali jika nanti bisa berkumpul di syurga-Nya. Aamiin

Gresik, 31 Mei - 1 Juni 2019

#Day26
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: