Kamis, 23 Mei 2019

Impian Bisa Segera Berangkat Haji

Rukun Islam yang kelima ialah haji. Impian setiap orang, aku pun memimpikannya dari dulu. Impian bisa haji bersama suami. Tapi, apalah daya, suamiku akan berhaji duluan. Suami meneruskan pendaftaran haji almarhum bapak mertua. Ibu mertua pun sebentar lagi in syaa Allah berangkat haji.

Ibu mertua berharap bisa berangkat haji bersama anak lelakinya, yaitu suamiku. Beliau juga mengharapkan jadwal hajinya bisa dimajukan dan jadwal haji anaknya bisa dibersamakan dengan beliau. Semuanya atas kehendak Allah nanti. Aku pun masih berusaha untuk bisa menabung di rekening tersendiri khusus untuk haji, suami juga kadang membantu mengisi. Kadang belum bisa istiqomah mengisi tiap bulan. Tapi, setidaknya menabung dan terus berdoa agar bisa segera daftar, kalau bisa tahun ini.

Tak ada yang tak mungkin, Allah akan memudahkan jalan orang yang benar-benar berniat haji karena-Nya. Alhamdulillah juga Bapak dan Ibuku sudah berhaji, mereka pun dulu jadwalnya tidak bersamaan. Bapak berhaji duluan, delapan tahun setelahnya Ibuk yang berangkat haji bersama Nenekku. Haji itu berjuang di tanah Makkah yang dimuliakan Allah, juga tak lupa melakukan ibadah di Madinah. Perjuangan mereka sungguh luar biasa. Panasnya terik mentari tak mengubah semangat mereka untuk melaksanakan ibadah haji.

Pembimbing haji selalu menyemangati para jama'ahnya. Maa syaa Allah, melihat keindahan Ka'bah dan sekitarnya di televisi maupun internet, rasanya ingin segera ke sana. Jika pun nanti sudah ada rezeki untuk daftar haji. Sembari menunggu, mengusahakan agar bisa melaksanakan ibadah umroh bersama suami dan keluarga. Mendengar cerita dari mereka yang sudah melaksanakan ibadah haji dan umroh, membuat hati semakin rindu. Rindu berada di sana, Baitullah, di mana orang -orang setiap hari thawaf mengelilingi Ka'bah.

Melakukan sa'i ke bukit Shafa dan Marwah, melempar jumroh, wukuf di Arafah, dan serangkaian ibadah haji yang lain. Maa syaa Allah, sungguh nikmat luar biasa bisa beribadah di sana. Impian setiap orang bisa segera melaksanakan ibadah haji. Tapi, menunggu waktunya memang lama. Maka, harus selalu bersabar dalam menanti waktunya. Berdoa dan tawakkal selalu pada-Nya agar diberi kesempatan untuk mengunjungi Baitullah di Makkah.

Menulis impian agar bisa segera haji tak ada salahnya. Biarlah tertulis, kita pun harus selalu berusaha mewujudkannya. Ingat saudaraku yang kapan hari lalu menceritakan tentang kebiasaannya menabung di botol aqua bekas. Setiap ada uang 20.000 selalu ditabung di botol tersebut. Selama tiga tahun terkumpul, alhamdulillah akhirnya tahun ini dia dan suaminya berhasil mendaftar haji. Maa syaa Allah, tabarakallah, dia dan suaminya gigih dalam menabung, patut dijadikan teladan.

Aku saja, dari tiga tahun yang lalu menabung, belum juga bisa mendaftar. Kurang gigih menabung, memang usaha tak menghianati hasil. Semoga kita senantiasa bisa istiqomah dalam menabung. Agar bisa segera mewujudkan impian untuk berangkat haji. Allah bersama orang-orang yang sabar dan terus berusaha. Hasilnya serahkan pada Allah.

Gresik, 23 - 24 Mei 2019

#Day18
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

0 comments: